Tatami dan Tikar

Umumnya di rumah-rumah tradisional orang Jepang, lantainya beralaskan tatami. Di rumah-rumah modern, biasanya ada satu ruangan yang beralaskan tatami, untuk menerima tamu atau untuk menaruh benda-benda bersejarah keluarga.

Dari apakah tatami dibuat ?

Tanaman untuk membuat tatami adalah Igusa (Juncus effusus var.decipiens), merupakan tanaman monokotil, famili Juncaceae. Tanaman ini adalah tanaman perenial dan ditanam di daerah basah (lahan persawahan). Bentuk tanamannya seperti rumput.

Menurut laporan NRCS ada 2 genus Juncaceae, dan 120 genus Juncus, serta 9 varietas Juncus effusus.

Tanaman Igusa seperti ini :

Di masa lalu penanaman Igusa cukup luas di Jepang, tetapi belakangan ini mengalami penurunan, disebabkan karena beralihnya petani ke jenis tanaman lain, dan banyaknya import Igusa dari Cina.

Igusa ditanam di Jepang pada musim semi dan biasanya mencapai ketinggian 1 meter lebih pada bulan Juni, dan dipanen pada musim panas. Kultivar Igusa yang diperbanyak di Jepang disebut Kohige dan pada umumnya bunganya tidak mekar, alias tidak menghasilkan biji. Oleh karena itu perbanyakan Igusa secara vegetatif.
Mengapa Kohige banyak ditanam ? Karena untuk membuat tatami, Igusa yang terbaik adalah Igusa yang tanpa bunga.

Sekarang, dari tanaman apakah tikar di Indonesia dibuat ?

Tikar sudah cukup jarang dipakai saat ini, apalagi tikar yang terbuat dari tanaman, sebab produk tikar plastik semakin banyak. Tapi di kampung saya di Bone, kami masih mempergunakan tikar yang dianyam dari daun lontar, atau tikar yang dibuat dari rotan.

Tanaman lontar atau siwalan (Borassus sundaicus Becc.) bentuknya seperti ini :

Semasa kecil dulu saya sering makan buah ini, ketika diajak jalan-jalan paman dan keluarga di Bone untuk pergi ke huma yang terletak di dalam hutan. Kami pasti melewati jejeran tanaman lontar dan kalau sedang berbuah kami pasti berpesta buah lontar😀

Daun lontar tidak hanya dibuat tikar, kadang-kadang dibuat keranjang, topi, atau untuk atap rumah. Sebagian besar orang Nusa Tenggara masih menggunakannya sebagai bahan pembuat rumah.

Ya, manusia sungguh tergantung kepada alam !

One Response to “Tatami dan Tikar”

  1. Sekadar berbagi cerita mengenai ‘tikar’.Di tempat tinggal saya, tikar yang dipakai untuk alas duduk terbuat dari tanaman mendong yang didatangkan dari daerah Rajapolah, Tasikmalaya.
    Ada lagi tikar yang terbuat dari tanaman pandan. Entah bagaimana sejarahnya, tikar pandan ini jaraaang sekali orang membelinya untuk langsung dipakai sebagai alas duduk.Tempat penjualannya di pasar-pasar pun tidak menyatu dengan tempat menjual tikar yang terbuat dari mendong, yaitu di tempat penjualan alat-alat rumah tangga, melainkan di tempat penjualan bunga rampai!
    Di tukang rampai, tikar pandan adalah salah satu dari kelengkapan untuk mengurus jenazah. Biasanya dikemas sudah satu paket dengan kain kafan, kapas, kapur barus, dsb.Tikar pandan gunanya adalah untuk alas membaringkan jenazah setelah dikafani, alas dalam keranda, sampai menjadi penahan guguran tanah sewaktu menutup kembali liang lahat supaya guguran tanah tidak menimpa orang yang ada di dalam liang lahat yang sedang memadatkan tanah.
    Biasanya, setelah selesai penguburan tikar pandan itu ditinggal begitu saja di areal pemakaman atau diberikan kepada yang mau/membutuhkannya.
    Nah, setelah dicuci bersih, baru deh tikar pandan itu berfungsi sebagai alas duduk atau alas tidur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: